Langsung ke konten utama

Kutipan Novel : Banyu dan Kica


Banyu: "Ca, saya punya pertanyaan"

Kica: "Aku punya jawaban"

Banyu:" Kalau perempuan tidak suka menunggu, kenapa perempuan tidak pernah menyatakan perasaan duluan?"

Kica: "Karena… kulit perempuan terbuat dari gengsi"

Banyu: "Kalau kulit laki-laki?"

Kica: "Dari terigu sama kanji"

Banyu: "Hahaha… Laki-laki, kan, bisa gengsi juga"

Kica: "Bisa tapi ga boleh"

Banyu: "Kenapa?"

Kica: "Ada 3 hal yang melunturkan gantengnya seorang laki-laki.

Pertama, ketidaksholehan.
Kedua, kegeeran.
Ketiga, kegengsian."

Banyu: "Hemm… Ada tiga hal yang melunturkan cantiknya seorang perempuan."

Kica: "Apa?"

Banyu:" Pertama, tidak menyadari bahwa laki-laki tidak ingin dinilai sebagai seorang sempurna. Justru laki-laki jatuh hati dengan perempuan yang bisa melihat titik tak sempurnanya. Supaya ia bisa terus berubah menjadi lebih baik. Ketidaksholehannya, dalam bahasamu.

Kedua, tidak menyadari bahwa laki-laki juga makhluk yang mudah tersentuh hatinya. Mudah dibuat senang apalagi ge-er

Ketiga, tidak menyadari bahwa ketika laki-laki membuat seorang perempuan menunggu, sesungguhnya ia sedang meneguhkan perasaan. Supaya nanti-nanti, tak perlu lagi ada gengsi. "

Kica:," Informasi asimetri?"

Banyu: "Apa itu?"

Kica: " Apa yang dipikirkan laki-laki tidak sama dengan apa yang dipikirkan perempuan. "

Banyu: " Iya. Selalu begitu"

Banyu mengangguk-angguk

©Teman Imaji, hal 107

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(ber) dua