Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Resep Kimchi Minimalist

Liburan puasa menjelang hari raya membuat saya memiliki waktu bengong panjang dirumah :')  padahal sebenernya kalo dipikir-pikir saya juga ngga gabut-gabut amat.. cenderung ada beberapa tanggung jawab yang harus diselesaikan seperti belajar dan bikin PPT buat sidang abis lebaran *eh malah curhat 😂. Tapi emang bener kalo bawa tugas buat di kerjain ditempat mudik hanya mitos. hehe Dan akhirnya tiba-tiba kepikiran pengen bikin kimchi, karena melihat ada sawi putih di dapur. Karna otodidak dan berbekal mencari resep-resep lewat Google, saya mencari resep dengan bahan paling lokal yang ada di Indonesia dan tidak sulit dicari. Meskipun begitu tetap saja saya memodifikasi resep yang ada alhasil Kimchi yang saya buat adalah Kimchi ala-ala saya sendiri. Disamping itu karena ini kimchi pertama saya, jadi saya memutuskan untuk tidak terlalu banyak. membuatnya, toh di rumah saya yang doyan kayaknya cuma saya doang.  Nah, tujuan saya menulis ini adalah untuk berbagi resep Kim...

MENJALANI

Kadang kita dibiarkan bertanya-tanya oleh Tuhan, dibiarkan kesana kemari mencari jawaban, dibiarkan berkeluh kesah tiada henti .  Tuhan tidak sedang mempersiapkan jawaban, jawaban itu telah ada. Toh kalau mau, saat itu juga Tuhan akan memberi. Tapi jika saat itu juga apa yang kita tanya dijawab olehNya, apa yang kita mau... diberi, apa yang kita inginkan... didatangkan. Dari mana kita akan belajar sabar? Apakah masih yakin,  jika setiap apa yang kita minta selalu dijawab kita tetap akan bermesraan di sepertiga malam bersama Tuhan? Apakah masih yakin jika setiap apa yang kita pertanyakan selalu terjawab saat itu juga kita tetap berdoa kepada Tuhan? Mungkin tidak. Mungkin kita akan malah lupa. Tuhan hanya ingin menyelamatkan hambaNya dari segala hal atau perbuatan yang menjerumuskan manusia kepada hal-hal buruk.  Bisa jadi karna semua itu... apa yang kita inginkan, butuhkan dan pertanyakan selalu di berikan tepat waktunya menurut ver...

UNTUK LANGIT

Doc. Januari 2017 Langitmu tampak tenang Padahal diketinggian seperti itu angin begitu kencang meniup, tak semua orang bisa bertahan disana Jika tak punya pegangan siapapun akan jatuh dan kesakitan Sementara di dasar tampak ramai Semua orang biasa-biasa pun bisa bertahan ditempat ini Tak harus punya pegangan kuat, asal punya rasa saling percaya untuk tidak saling memangsa Pernah suatu saat kau pun mencoba mengajakku terbang ke langitmu Nyatanya aku tidak bisa bertahan terlalu lama sebab peganganku hanya kamu, sedang kamu tidak selamanya disampingku bukan? Kemudian kamu mencoba untuk berada didasar,  sayangnya hal itu tidak bisa membuatmu betah, sebab kamu tak menyukai keramaian. Hingga suatu hari kita pun bersepakat untuk tetap tinggal di tempat masing masing. Menitipkan rindu pada hujan yang jatuh, sebab hujan menyampaikan setiap rindu kepada pemiliknya seperti rindu langit terhadap bumi. ©    my Tumblr Blog  Musikalisasi :  musikal...