(Kredit foto: Nillufa Mei)
Beberapa hari lalu waktu jalan-jalan di IGS seseorang menyusur pada username @lolanyunyu, saya menemukan tulisan ini, tulisan ini sangat mewakili apa yang sedang gaduh dipikiran saya, namun belum bisa saya ungkapan dengan runtut melalui kata-kata.
Akhir-akhir ini jika diperhatikan dikolom komentar akun-akun yang share nasihat, ilmu, reminder, atau apapun yang berkaitan dengan aturan Allah rasanya sedih melihat sebagian orang ternyata masih menggunakan logika manusia saat menerima hukum Allah.
Padahal kita hidup di bumi Allah. Makan makanan yang Allah sediakan. Minum juga disediakan Allah. Mau nafas,terhirup otomatis oleh organ pernafasan walau kita tak sadar.
Semua dari Allah.
Lalu ketika Allah turunkan peraturan untuk kita, yang hakikatnya demi kebaikan kita juga, beberapa orang masih menggunakan logika manusia ketimbang 'sami'na wa atho' na'.
semakin dibaca kolom komentar, semakin paham bahwa hidayah untuk menerima nasihat dan kebaikan, adalah sesuatu yang nilainya mahal.
sebagian orang saat datang padanya aturan Allah, dengan lapang hati mengerjakan dan meninggalkan yang dilarang.
sebagian lagi membantah dengan alasan 'nenek moyang kami tidak ajarkan demikian'.
Padahal yang jadi patokan kita buat tahu kadar benar atau salahnya ibadah kita adalah Rasulullaah Shalallahu'alaihi wassallaam.
Kalau nenek moyang kita yang jadi patokan, bukankah ini mirip dengan kaum Quraisy di zaman dahulu yang enggan menerima ajaran islam hanya karena nenek moyang mereka tak ajarkan islam? :')
Sadar tidak sadar kemenangan islam memang makin dekat. Namun, adakah kita termasuk yang ikut berperan didalamnya kelak? Atau kita termasuk bagian yang enggan hanya kerana hati berat menerima kebenaran dan memilih ikut apa yang nenek moyang ajarkan, walau itu belum tentu benar dan telah melenceng dari syariat.
padahal kalau lah sudah berhadapan dengan hukum Allah atau risalah yang Rasulullaah bawa, mari kita campakan kecerdasan kita
Tak ada logika bermain disana.
Tak ada pertanyaan berbantahan
Karena tak mungkin kita lebih cerdas dan benar dari Allaah ;Dzat pemilik segala ilmu (*karna kadang aturan itu bukannya tdk sesuai logika, kadang logika kita saat ini saja yg belum sampai pada apa-apa saja yang sudah di atur Allaah).
Maka selalu bermohonlah pada Allaah.
semoga Allaah senantiasa masukkan kita dalam golongan manusia yang lembut sekali hatinya untuk menerima kebenaranNya, juga semoga Allaah jadikan keturunan kita adalah yang tidak gemar membantah Tuhannya

Komentar
Posting Komentar